Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Calon Idol K-POP Banyak Yang Bunuh Diri, Kenapa?

Akhir-akhir ini kasus bunuh diri yang berawal dari depresi berat pada artis dan idol asal Korea Selatan kerap menjadi sorotan. Ironisnya, kasus bunuh diri ini seperti layaknya wabah karena tak berhasil ditangani dengan baik oleh pemerintah setempat maupun pihak agensi, seolah-olah masalah depresi bukanlah masalah yang serius.

Mengapa banyak kasus idol dan calon Idol KPop yang bunuh diri?

Sekilas gaya hidup para artis idol Korea terlihat glamor. Namun sebenarnya di balik itu semua ada hujan air mata yang harus mereka sembunyikan dari hadapan publik.


Idol di Korea Selatan merupakan sebuah pekerjaan yang sangat berat. Pada umumnya para idol sebelum diorbitkan oleh Entertainment Company yang menaunginya harus berjuang menjalani pendidikan selama lebih dari 5 tahun. Bahkan tidak jarang para bakal idol harus menunggu hingga belasan tahun.

Sulli (Fx) diduga meninggal bunuh diri pada 2019

Sulli (Fx) source kpop.asiachan.com


Menjalani pendidikan idol itu bukan berarti mereka telah berhenti dari pendidikan formal. Mereka masih harus tetap sekolah layaknya remaja pada umumnya. Hal ini biasanya dilakukan sebagai rencana cadangan jika nantinya mereka ternyata gagal menjadi idol. Tahu sendiri, pendidikan di Korea  sana secara umumnya sangatlah berat dan memforsir tenaga. Terutama bagi para pelajar yang ingin masuk ke Universitas top di Korea.

Nah, pendidikan idol juga bukanlah pendidikan gratis. Mereka tetap harus membayar dalam jumlah yang telah ditentukan untuk menjalani kursus-kursus yang mereka ikuti. Jika mereka dari keluarga tajir dan bisa membayar tunai, it's fine. Tapi kalau mereka tidak mampu membayarnya, maka mereka mau tidak mau harus berhutang pada perusahaan yang menaungi mereka.

Hutang yang dibebankan pada para calon idol itu nantinya harus dibayar setelah mereka debut (di orbitkan). Jadi jangan anggap para idol K-POP yang telah diorbitkan dengan wah itu mereka langsung kaya mendadak. Bisa jadi, selama bertahun-tahun mereka terjebak hutang. Bahkan besar kemungkinan hutang perusahaan itu justru malah bertambah nominalnya saat mereka berhasil debut. Terutama untuk membayar rekaman video musik, kru, dan juga kostum.

Jadi intinya, menjadi idol di Korea itu bukanlah sebuah pekerjaan yang gampang. Mereka harus bersaing dengan ribuan kontestan hanya untuk debut. Setelah debut-pun masalah mereka belum sepenuhnya berakhir. Mereka masih harus menjalani kerja ekstra keras untuk sekedar mendapatkan gaji pertama.

Nah dari sini saja kita bisa pahami, seberapa berat beban hidup mereka, wajar jika mereka stress bahkan dari awal-awal karir. Itu belum ditambah dengan beban kerja, nyinyiran netizen, skandal, dan lain sebagainya. 

Posting Komentar untuk "Calon Idol K-POP Banyak Yang Bunuh Diri, Kenapa?"