Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kerugian Akibat Tidak Menjaga Kesehatan di Usia Paruh Baya

Kerugian Akibat Tidak Menjaga Kesehatan di Usia Paruh Baya - Seorang laki-laki mengaku menyesal telah alpa menjaga kesehatan di usia paruh baya. Pasalnya, di usianya yang sudah 63 tahun, kondisi fisiknya sudah benar-benar tidak berdaya. Bahkan, ia mengaku iri dengan teman-temannya yang lain, yang masih bisa menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan ke luar kota, masih bisa berolahraga atau sekedar menjalankan hobi di masa tua. Bapak usia paruh baya ini, merasa di usianya yang semestinya masih sedikit bisa produktif, justru tidak terjadi padanya.

Sebuah penelitian yang pernah dilakukan di University of California menemukan adanya pengaruh penurunan kemampuan kognitif dan penyusunan otak pada usia paruh baya. Gejala-gejala ini berhubungan sekali dengan kebiasaan kurang sehat pada waktu muda, seperti merokok, gaya hidup buruk, penyakit diabetes dann hipertensi, dan obesitas.

Merokok, Hipertenssi dan Diabetes: Penurunan Berpikir Tingkat Tinggidi Usia Paruh Baya

Sehat di masa tua


Diabetes di usia paruh baya mengurangi kemampuan otak untuk mengingat, di usia lanjut.

Bagaimana gerangan tiga hal ini bisa mempengaruhi kemampuan berpikir? Peneliti menyebutkan, keadaan hipertensi pada usia muda, menurunkan kerja kerja dari sel putih, yang berperan untuk mempercepat dan mengefisienkan transmisi sinyal saraf.  Hal ini menyebabkan penurunan pada tingkat persepsi dan kemampuan berpikir cepat. Hal ini juga berlaku pada perokok, karena secara langsung merokok menjadi pemicu terjadinya masalah sirkulasi darah, jantung dan hipertensi. Lain halnya dengan hipertensi, diabetes di usia paruh baya, justru langsung menyebabkan pengurangan volume otak di hippokamus, yang berfungsi mengubah memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Dalam hal ini, penyakit alzheimer, sangat mungkin bisa terjadi. Ada lagi satu masalah kesehatan di usia muda, yang berdampak buruk di usia paruh baya, yaitu obesitas. Pada penderita obesitas di usia muda, kerap terjadi penambahan volume tubuh yang justru menurunkan volume otak. Mereka yang obesitas, dikatakan sering mengalami perlambatan kinerja otak, baik itu memori ataupun cara berpikir abstrak.

Sehat Usia Paruh Baya Bonus Panjang Umur

Sebuah penelitian yang pernah dimuat di Journal of American Medical Association mengatakan bahwa orang yang punya jantung kuat saat berusia paruh baya cenderung hidup sehat 14 tahun lebih lama daripada kebanyakan orang. Usia paruh baya yang dimaksud disini adalah usia sekitar 40-60 tahun( www.detikhealth.com)

Sehat Usia Paruh Baya Bonus Panjang Umur: Pixabay

Begitulah yang disampaikan oleh para peneliti dari Northwestern University Feinberg School of Medicine dan Northwestern Medical Center. Mereka memeriksa data yang memuat informasi 905.115 orang berusia antara 45 dan 95 pada awal penelitian. Para peneliti secara khusus memilah data mengenai penyakit jantung dan pembuluh darah. Dalam penelitian ditemukan data, bahwa setiap orang yang menjaga kebugaran tubuh di saat usia paruh baya, memiliki kemungkinan untuk mendapat waktu hidup 14 tahun lebih lema dari yang tidak menjaga kesehatan. Resiko ini lebih ditekankan pada penyakit kardiovaskular pada usia lanjut. Dari banyaknya penelitian mengenai pentingnya bugar di usia paruh baya, agar tetap sehat di usia lanjut, maka persiapkan diri kita untuk terus menjaga hidup sehat. Manfaat itu akhirnya akan kita petik sekarang dan di kemudian hari.


Posting Komentar untuk "Kerugian Akibat Tidak Menjaga Kesehatan di Usia Paruh Baya"