Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pengertian Cap Go Meh: Sejarah, dan Fakta Menariknya!

Lontong Cap Go Meh adalah masakan kolaborasi peranakan Tionghoa Indonesia terhadap kuliner Indonesia, tepatnya aneka macam masakan Jawa. Masakan ini berupa lontong yang disajikan dengan berbagai kuah dan sayur seperti opor ayam, telur pindang, abon sapi, bubuk koya, sambalsayur lodeh, sambal goreng hati, acar, dan juga kerupuk. 

Pengertian Cap Go Meh: Sejarah, dan Fakta Menariknya!
Pengertian Cap Go Meh: Sejarah, dan Fakta Menariknya!


Lontong Cap Go Meh mulanya disantap oleh keluarga Tionghoa Indonesia pada saat perayaan Cap go meh festival. Lantas apa itu Cap Go Meh, dan bagaimana sejarahnya?

Apa yang dimaksud dengan perayaan Cap Go Meh?

Cap Go Meh adalah akhir dari berbagai rangkaian perayaan tahun baru Imlek yang rutin dilakukan pada tiap tanggal 15 di bulan pertama penanggalan Tionghoa. Perayaan Cap Go Meh biasanya diawali dengan berdoa di wihara, kemudian dilanjutkan dengan prosesi iringan kenong dan simbal serta pertunjukan atraksi barongsai dan berbagai pertunjukan tradisional Tionghoa yang lain.

Sejarah Cap Go Meh Festival

Perayaan Cap Go Meh diketahui telah dilakukan semenjak abad ke-17 Masehi pada masa Dinasti Han di Tiongkok, terutama saat masyarakat Tionghoa migrasi ke wilayah bagian selatan Tiongkok. 

Perayaan ini diadakan bersama raja beserta rakyatnya pada malam tanggal ke-15 bulan pertama dalam penanggalan Tionghoa. Para petani dalam festival ini memasang lampion berwarna-warni di sekeliling ladang sebagai upaya mengusir hama dan menakut-nakuti binatang-binatang perusak tanaman serta untuk memperindah pemandangan. 

Selain itu, dalam hari raya ini diadakan beberapa kegiatan seperti pertunjukan musik dan barongsai untuk memeriahkan perayaan hari raya Cap Go Meh. Setelah itu, Cap Go Meh hari raya kemudian diadakan secara turun-temurun oleh seluruh masyarakat Tionghoa yang tersebar di seluruh dunia. 

Di Indonesia, kala perayaan Cap Go Meh biasanya disajikan juga makanan khas yang merupakan perpaduan resep Nusantara dan Tionghoa, Lontong Cap Go Meh.

Asal mula Lontong Cap Go Meh

Adaptasi dan pengaruh masakan Tionghoa dalam masakan resep Indonesia sangatlah jelas sebut saja mie goreng, lumpia, bakso, dan juga siomay. Akan tetapi sebenarnya pengaruh adaptasi ini juga berlaku dua arah. Dalam arti peranakan Tionghoa yang telah lama bermukim di Nusantara ini sangat dipengaruhi oleh selera citarasa masakan Indonesia. Dipercaya lontong cap go meh adalah sebuah adaptasi warga Tionghoa Indonesia terhadap masakan lokal Indonesia.

Asal mula Lontong Cap Go Meh
Gambar Lontong Cap Go Meh. Foto: Wikipedia


Para pendatang Tionghoa pertama kali mendarat dan bermukim di kota-kota pelabuhan di pesisir utara Jawa, sebut saja Semarang, Pekalongan, Lasem, dan juga Surabaya. Hal ini berlangsung dari sejak zaman Majapahit. 

Etnis Tionghoa yang merantau ke Nusantara pada saat itu hanya kaum laki-laki, dan mereka menikahi penduduk lokal wanita-wanita Jawa, hal ini akhirnya melahirkan perpaduan budaya Tionghoa-Jawa. 

Dalam merayakan Hari Imlek, saat Cap go meh, kaum peranakan Jawa mengganti hidangan khas Cap Go Meh, Yuanxiao (bola-bola tepung beras) dengan lontong yang dikombinasikan dengan berbagai hidangan tradisional Jawa dengan resep yang kaya rasa, seperti opor ayam dan sambal goreng. 

Dipercaya bahwa hidangan ini untuk melambangkan asimilasi atau semangat penyatuan antara kaum pendatang Tionghoa dengan penduduk pribumi di Jawa. Selain itu lontong cap go meh juga dipercaya mengandung perlambang keberuntungan, misalnya lontong yang teksturnya padat dianggap berlawanan dengan bubur yang encer. Hal ini karena adanya sebuah anggapan tradisional Tionghoa yang mengkaitkan bubur sebagai makanan orang miskin atau orang sakit, karena itulah ada larangan dan menganggap tabu untuk menyajikan dan memakan bubur ketika Imlek dan Cap go meh karena dianggap menyebabkan ciong atau membawa sial.

Selain bertekstur padat, bentuk lontong yang panjang juga diyakini melambangkan panjang umur. Serta dipadukannya lontong dengan telur, karena telur dalam kebudayaan apapun selalu melambangkan sebuah keberuntungan, sementara kuah santan yang dengan tambahan kunyit berwarna kuning keemasan, melambangkan kejayaan dan keberuntungan.

Lontong Cap Go Meh adalah fenomena khusus dalam Cap Go Meh Festival Peranakan-Jawa; kaum peranakan yang berada di Semenanjung Malaya, Sumatra, dan Kalimantan tidak mengenal hidangan ini. 

Tradisi memakan lontong cap go meh tidak dikenal dalam perayaan Imlek masyarakat Tionghoa di Kalimantan. Akan tetapi hidangan ini hanya dikaitkan dengan perayaan Imlek di pecinan di kota-kota pulau Jawa, khususnya Semarang. Karena Suku Betawi sangat dipengaruhi pembauran kebudayaan peranakan Tionghoa, Lontong Cap Go Meh juga dianggap sebagai salah satu masakan khas Betawi.


Posting Komentar untuk "Pengertian Cap Go Meh: Sejarah, dan Fakta Menariknya!"

Berlangganan via Email